Senin, 14 Januari 2013

Puisi Text (Berharap Impian tak jadi Angan-angan)



Berharap  Impian tak jadi Angan-angan
Cipt : Agung Suharmanto



Berjalan hanya untuk satu tujuan…
Berlari  hanya untuk wujudkan sebuah harapan…
Termenung meratapi sebuah impian….
Termenung mencari seberkas Angan angan
Jauh …jauh…smakin jauh….
Ku mencari seuntai harapan…
Mencari sebuah impian  yang hanya di angan angan…
Benar ! benar ! kau memang benar !!!
Angan-anganku hanya sebuah impian belaka…
Impian yang tak menjadi harapan…
Salahkah?? Salahkah !! salahkah Aku !!
Apa aku salah bermimpi?
Dimana ! dimana dia??
Dimana kau wahai sang Impian…
Masih kah kau berbaik hati padaku…
Wahai kau sang impian…
Aku disini !!
Berharap Impianku tidak Hanya menjadi Angan-angan…


Puisi Text(Bullan yang Tertidur)



Bullan yang Tertidur
Cipt : Agung Suharmanto

Berjalan di atas batu kerikil yang tajam…
Menapaki jalan yang tiada arah…
Melihat dengan dengan mata tertutup…
Mendengar dengan telinga tertutup…
Menghirup udara dengan hidung tersumbat…
Itulah aku pengagum rembulan…
          Melihat dengan hati…
          Mendengar dengan hati…
          Menghirup dengan hati…
          Itulah aku…
          Itulah aku si pengagum rembulan…
Terlihat tetapi buyar….
Terdengar tetapi samar-samar…
Terhirup tetapi tak berbau…
Ku lihat sekali lagi !
Ku dengar sekali lagi !
Ku hirup sekali lagi !
Itu…itu dia…itu diaa !!
Tunggu..tunggu…tak terdengar suaranya…
Tak terhirup aroma tubuhnya…
Tetapi terlihat disana…
Disana !!
Di tempat yang gelap…
Itu dia !!
Itu benar sang rembulan…
Dia masih tertidur…
Sstt.. dia lagi tertidur…

Monolog Text



“PAK JOKO”
Cipt : Agung Suharmanto

[terlihat seorang pria sedang duduk di kursi yang sedang menyantap secangkir kopi]
Hmm..Kopi ini terasa nikmat ya !, tidak senikmat hidup ku sekarang ini. Namaku adalah Joko Pramudiantoro, biasanya orang-orang memanggilku dengan sebutan “Pak Joko” . Saya adalah lulusan S2 di universitas andalas padang jurusan ilmu pendidikan sejak tahun 2011. Saya masih termasuk sarjana muda karena umur saya masih 30 tahun, tetapi rambut di kepala saya mulai berubah warna dan rontok. Hmm., mungkin karena banyak pikiran kali ya !. tapi aku heran, kenapa ya banyak yang berkata padaku “Pak joko, masak sekolah S2 kerjanya cuman guru TK” dengan senyuman ku jawab “ mungkin belum rezeki saya buk”. Tapi setelah lama kelama’an  aku ini orang yang beruntung nggak ya?, aku memang S2 tapi aku cuman guru TK biasa. Pernah sih saya mengikuti ujian test masuk pegawai negeri. Walaupun dengan rasa tidak yakin akan hasilnya nanti. Ternyata benar firasatku saya tidak masuk. Ada sih seorang petugas yang mau membantuku masuk tapi katanya begini “ Pak mau masuk nggak??, tapi pakek pelicin..”apa?? pakek pelican?? Memang pakaian  apa pakai pelicin segala !,.  Saya semakin bingung, apa Negara ini hanya butuh pelican daripada seorang yang bersekolah tinggi??. Jadi apa gunanya sarjana seperti saya ini !, apakah hanya sebuah pajangan belaka yang tidak berguna??. Apakah gelar sarjana ku hanya ejekan” hey kau sarjana bodoh..tak berguna..sarjana tidak berpendidikan.”. kalian memang benar!! Aku hanya Pak joko guru TK gelar ku Pak joko M.Pd. pak joko master penuh derita. Apakah karena nama ku?? Apakah sebab namaku aku jadi sarjana yang tidak berguna. Tapi tunggu dulu… iya !! tunggu dulu. Aku masih berguna !! aku masih berguna untuk murid murid kecilku. Merreka !! ya mereka masih menganggapku sebagai Pak joko yang terhormat. Ya !! pak joko yang tanpa embel embel gelar sarjana. Aku senang menjadi pak joko !! ya pak joko !! itulah namaku Pak JOKO.
free counters

One direction - What makes you beatiful